- Usiaku kurang lebih 4 tahun , aku sudah mulai bisa berjalan , saat itu aku masih ingat peristiwa ketika ibuku melahirkan adek ku rika , terlihat ibu sedang di bawa ke kamar dan dia terlihat sangat lemas.
- Kata mbok setu saat krayan ( upacara adat kelahiran anak ) semua orang yang hadir di rumahku saya usir semua karena kenalakanku
- aku masih ingat dulu waktu kecil , rumahku masih kayu di depan ada semacam tirai bambu , dulu waktu aku kecil sering BAB di depan situ , disana juga terdapat kursi panjang yang biasanya di buat untuk duduk saat jagong bersama , di depan ada bandulan yang terbuat dari ban bekas , kata orang tua dulu di depan rumahku terdapat pohon jambu biji yang sangat besar , jadi suasananya sangat sejuk , namun sayang skerang sudah mati dan menghilang . aku masih ingat dulu rumah masih belum pake tekel , kamarku ada di sebelah pojok kiri berbanjar , aku tidur bersama ayah dan ibu , rumahnya cukup luas , dan lawangnya terbuat dari jati , sampai skrg gak tau hilang kemana , di atas genteng ada bendera merah putihnya , di depan toko de mandek masih ada kera yang masih berkeliaran , namanya temon namun sekarang sudah mati entah kemana.
- posisi rumah mbok setu ada di sebelah kanan rumahku tersekat oleh beberapa papan kayu , disana ada pawon ( dapur yang lumayan besar ) , di dalam kamar mbak sote terdapat bale yang terbuat dari seng besi , namun sekrang sudah hilang , dulu mbok setu sering memakai mikromah , dan sering buat mainan aku , aku masih ingat ketika aku mendapatkan permen yang sangat banyak .
- dulu hanya ada tv hitam putih , aku masih ingat ketika de mandek punya TV , ayahku yang selalu menontonya dari jendela . tempat wudlu terdapat di sebelah kanan , biasanya waktu kecil dulu , aku BAB di ambal pawon , dan ibuku yang mengeruk kotoranya memakai abu vulkanik , saat ibu pergi membuang kotoranya aku harus mengikutinya dari belakang .
- dulu saat aku sakit ibu memeriksakan aku ke press memakai boncengan depan
Peristiwa
- Kondisi ekonomi Indonesia hancur lebur, kurs rupiah dari sekitar Rp2.500,00/US$ merosot drastis menjadi Rp17.000,00/US$.
- 22 Januari - Rupiah tembus 17.000,- per dolar AS, IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya.
- 12 Februari - Soeharto menunjuk Wiranto, menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.
- 5 Maret - Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Kompleks Parlemen untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggung jawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI
- 10 Maret - Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali dengan menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.
- 14 Maret - Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII. Bob Hasan dan anak Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, terpilih menjadi menteri.
- 15 April - Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan berunjuk rasa menuntut dilakukannya reformasi politik
- 18 April - Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta namun cukup banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog tersebut.
- 21 April - Perjalanan Kereta api Argo Dwipangga tujuan Solo Balapan - Jakarta Gambir diresmikan.
- 1 Mei - Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dahlan mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.
- 2 Mei
- Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (1998).
- Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak dengan demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi disikapi dengan represif oleh aparat. Di beberapa kampus terjadi bentrokan.
- 4 Mei - Harga BBM melonjak tajam hingga 71%, disusul tiga hari kerusuhan di Medan dengan korban sedikitnya 6 meninggal.
- 7 Mei - Peristiwa Cimanggis, bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan terjadi di kampus Fakultas Teknik Universitas Jayabaya, Cimanggis, yang mengakibatkan sedikitnya 52 mahasiswa dibawa ke Rumah Sakit Tugu Ibu, Cimanggis. Dua di antaranya terkena tembakan di leher dan lengan kanan, sedangkan sisanya cedera akibat pentungan rotan dan mengalami iritasi mata akibat gas air mata.
- 8 Mei
- Diperintahkannya Sintong Panjaitan untuk mengawal Soeharto.
- Peristiwa Gejayan, 1 mahasiswa Yogyakarta tewas terbunuh.
- 9 Mei - Soeharto berangkat seminggu ke Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G-15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden Indonesia.
- 12 Mei - Tragedi Trisakti, di mana 4 mahasiswa Universitas Trisakti meninggal setelah ditembak oleh aparat keamanan pada saat berdemonstrasi di depan kampus Trisakti yang akhirnya menyulut Kerusuhan Mei 1998.
- 13 Mei
- Kerusuhan massa bernuansa etnis terjadi di Jakarta dan merebak ke beberapa daerah di Indonesia. Kerusuhan ini dipicu dari insiden Trisakti sehari sebelumnya, di mana 4 orang mahasiswa Universitas Trisakti ditembak oleh aparat yang waktu itu berjaga di atas jembatan layang (flyover).
- Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. kerusuhan juga terjadi di kota Solo.
- Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam pertemuan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.
- Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia karena terjadinya penzarahan dan pelecehan serta kekerasan seksual.
- 19 Mei - Ribuan mahasiswa menguasai Kompleks Parlemen menuntut Presiden Indonesia adalah Suharto mundur.
- 21 Mei - Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, digantikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu BJ Habibie.
- 28 Mei - Uji coba pertama Nuklir Pakistan.
- 21 Juni - Indonesian Corruption Watch (ICW) sebuah LSM di Indonesia dibentuk.
- 12 Juli - Perancis menjuarai Piala Dunia FIFA 1998 setelah mengalahkan Brasil 3-0 di Stade de France dari kawasan Saint-Denis, Paris.
- 8 Agustus - Kelompok Taliban bergerak.
- 20 Agustus - Amerika Serikat menyerang Afghanistan dan Sudan.
- 1 Oktober
- 8 November - Perjalanan Kereta api Argo Wilis tujuan Surabaya Gubeng - Bandung diresmikan.
- 13 November - Ratusan warga sipil meninggal dunia karena tertembak aparat keamanan di Jembatan Semanggi atau yang lebih dikenal sebagai Tragedi Semanggi I.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar